Astronomi Indonesia



Cygnus: Gelembung dan Nebula Sabit

Cygnus : gelembung dan Bulan Sabit

Image Credit & Copyright: Ivan Eder

Penjelasan: Awan gas dan debu yang melayang di antara bintang-bintang di Galaksi Bima Sakti ini merupakan bagian dari konstelasi Cygnus. Pandangan teleskopik pada citra di atas, terlihat sebuah gelembung (kiri bawah) dan Nebula Sabit (kanan atas). Keduanya terbentuk oleh tahap akhir dalam siklus kehidupan bintang. Juga dikenal sebagai NGC 6888, Nebula Sabit terlihat sangat besar dan terang, dengan pusatnya yang terdapat sebuah bintang raksasa bernama Wolf-Rayet 136, atau WR 136, yang menumpahkan materialnya ke luar sebagai nebula. WR 136 adalah bintang yang sedang mendekati akhir kehidupan pendeknya yang harus diselesaikan dalam ledakan supernova spektakuler. Sementara itu, sturktur berbentuk gelembung pada citra ini kemungkinan merupakan nebula planeter, semacam “kain kafan” sebuah bintang katai putih yang memiliki massa yang lebih rendah, namun berumur panjang, seperti Matahari. Matahari di akhir masa hidupnya nanti ditakdirkan untuk menjadi katai putih, sebelum akhirnya perlahan-lahan mengalami pendinginan. Kedua obyek di Cygnus ini terpisah sekitar 5000 tahun cahaya atau lebih jauh, dan Nebula Sabit ini memiliki lebar 25 tahun cahaya.

Content Credit: Cygnus: Bubble and Crescent

 



Leave a comment