Astronomi Indonesia



Bulan Merah Dan Laser Hijau

Red Moon, Hijau Beam

Image Credit & Copyright: Dan Long (Apache Point Observatory) – Courtesy: Tom Murphy (UC San Diego)

Penjelasan: Ini bukan adegan dari film sci-fi dengan spesial efek. Tembakan sinar hijau dan piringan Bulan merah darah adalah nyata, difoto pada pagi hari tanggal 15 April. Tentu saja, bulan yang memerah mudah dijelaskan karena gambar itu diambil selama gerhana Bulan total minggu ini. Tenggelam dalam bayangan, gerhana Bulan memantulkan sinar memerah redup dari semua cahaya Matahari saat terbit dan terbenam, disaring di tepian planet Bumi, terlihat sebagai siluet dari perspektif Bulan. Sinar cahaya hijau adalah sinar laser. Ditembakkan dari teleskop 3,5 meter di Observatorium Apache Point di selatan New Mexico, jalan sinar itu terlihat karena atmosfer bumi menyebarkan sinar laser yang intens. Target laser adalah retroreflektor Apollo 15, yang ditinggalkan di Bulan oleh astronot pada tahun 1971. Dengan menentukan delay waktu perjalanan sinar dari pantulan pulsa laser, tim eksperimental dari UC San Diego mampu mengukur jarak Bumi – Bulan hingga ke presisi milimeter dan melakukan tes Relativitas Umum, teori gravitasi Einstein. Melakukan percobaan sinar laser pada selama gerhana Bulan total menggunakan bumi seperti tombol lampu kosmik. Dengan diblokirnya sinar Matahari langsung, kinerja reflektor meningkat daripada ketika diterangi oleh sinar Matahari selama Bulan purnama normal, efek yang dikenal dengan panggilan The Full Moon Curse.

Content Credit: Red Moon, Green Beam



Leave a comment